Berita digrebeknya anggota DPRD Kab. Toba Samosir yang sedang bermain judi di salah satu hotel di Jakarta, tentu membuat darah kita mendidih. Ditengah keterpurukan kita disegala bidang, lagi-lagi wakil rakyat yang seharusnya menjadi pedoman dan panutan malah mempertontonkan sifat ke-bagudung-annya.

Apa pula lah dalih mereka? Melek-melekan?

Pes…dua!

 

 

lihat berita : http://hariansib.com/2007/09/19/lima-anggota-dprd-tobasa-ditangkap-main-judi-di-jakarta/

 

BATAK yang paten…!

Seperti halnya Java, yang sudah dipatenkan menjadi merk oleh Sun Microsystem, kini ternyata BATAK juga sudah dibikin merk dan dipatenkan.

Adalah produsen alat olahraga/gym/coaching/trainer mencantumkan BATAK menjadi merk produk mereka. Lihat di batak.com .

Ternyata mereka mengambil kata BATAK dari gabungan kata BAT dan ATTACK.

Jadi kalo suatu saat nanti kita melihat iklan BATAK di Old Trafford atau sirkuit F1 atau lapangan tennis Wimbledon, jangan geer dulu. Itu gak ada hubungannya dengan kesukuan kita.

Huh…!

batak lite

 

Haruskah seorang Bupati mengurus keperawanan seseorang?

Inilah lakon cerita seorang Bupati bagudung, yang sedang kebingungan melihat bahwa murid-murid di lingkungan kotanya perilakunya sudah begitu dalam menyimpang dari norma-norma.

Kenapa perilaku ini dikategorikan bagudung, karena caranya untuk mencegah degradasi perilaku malah menimbulkan ketidakmoralan. Bahwa dalam menegakkan norma yang kita inginkan, sering sekali kita terjebak dan malah jatuh atau keluar dari norma yang seharusnya. Masalah keperawanan seseorang adalah domain privat, yang tak seorangpun, bahkan seorang bupati, atau ulama paling saleh pun, berhak untuk mengetahuinya (dan di tes pulak!).

Bahwa dalam perjalanan kemasyarakatan, timbul penyimpangan nilai dari yang kita anut, adalah kewajiban pemerintah untuk mengingatkan, tetapi juga adalah kewajiban kita untuk mengetahui batasan-batasan mana daerah/domain privat dan mana domain publik.

sumber : http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=37015&ik=5

« Previous PageNext Page »